Lompat ke isi utama

Berita

Romy Soekarno : E-voting Anggaran Solusi Efisien Anggaran Pemilu

Bawaslu Tulungagung

Komisi II DPR RI Romy Soekarno, S.H. saat pemaparan materi melalui zoom (07/10/2025)

Tulungagung, 7 Oktober 2025 —Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan dengan tema “Literasi Demokrasi Kabupaten Tulungagung”, Selasa (07/10/2025). Kegiatan ini digelar oleh Bawaslu Tulungagung sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas kelembagaan dan penguatan pemahaman tentang demokrasi di tingkat daerah.

Dewita Hayu Shinta, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, yang turut hadir sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Menghadirkan Komisi II DPR RI Romy Soekarno, S.H. yang hadir secara daring melalui Zoom sekaligus menjadi narasumber utama, serta dr. Khoirul Anam, S.H., S.Sy., M.H.I., C.L.A. selaku Tenaga Ahli Komisi II DPR RI, Muksin, M.H. selaku Kaprodi Hukum Tata Negara UIN SATU Tulungagung, dan Eko Sasmito, S.H., M.H., seorang pemantau pemilu

 

Dalam kesempatan tersebut, Romy Soekarno yang hadir secara daring meyampaikan dalam pemaparan materinya Salah satu hal yang menjadi sorotan utama adalah pentingnya penerapan e-voting dalam penyelenggaraan pemilu mendatang.

 

Menurut Romy, penerapan sistem e-voting menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan efisiensi dan integritas pemilu.

 

“E-voting akan membuat proses pemungutan dan penghitungan suara menjadi lebih efisien, cepat, dan berintegritas. Sistem ini juga akan memperkuat legitimasi hasil pemilihan karena mengurangi potensi kesalahan dan kecurangan yang kerap terjadi pada sistem manual,” jelas Romy.

 

Ia juga menambahkan bahwa penerapan e-voting perlu disertai dengan kesiapan infrastruktur digital, penguatan regulasi, serta peningkatan literasi teknologi bagi masyarakat dan penyelenggara pemilu agar sistem ini berjalan optimal.

 

Dalam sesi diskusi, salah satu perwakilan akademisi menanyakan mengenai kapan Indonesia akan mulai menerapkan sistem e-voting, mengingat hingga saat ini belum ada langkah konkret menuju digitalisasi penuh dalam pemilihan umum. Ia juga menyinggung bahwa rata-rata kemampuan literasi digital masyarakat belum merata, serta mempertanyakan apakah dengan kondisi tersebut penerapan e-voting justru berisiko menimbulkan kesenjangan baru.

Menanggapi hal itu, Romy Soekarno menjelaskan bahwa penerapan e-voting tidak bisa dilakukan secara instan, namun harus melalui tahapan bertahap dan sistematis.

 

“E-voting bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia. Dengan peningkatan literasi digital dan edukasi yang masif, saya yakin pelan-pelan masyarakat kita akan siap. Justru dengan sistem digital, potensi pelanggaran pemilu seperti manipulasi suara atau penghitungan ganda dapat ditekan secara signifikan,” ujar Romy.

Menanggapi hal itu, Romy Soekarno menjelaskan bahwa penerapan e-voting tidak bisa dilakukan secara instan, namun harus melalui tahapan bertahap dan sistematis.

Kegiatan Penguatan Kelembagaan ini turut dihadiri oleh tamu undangan yang terdiri dari berbagai unsur , antara lain perwakilan organisasi kemasyarakatan, instansi pemerintah, serta kalangan akademisi dari berbagai universitas di Tulungagung

 

Penulis dan foto: Fauzi