Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Tulungagung Bahas Tantangan Hoaks dan Penyalahgunaan AI Pada Pemilu Mendatang

Bawaslu Tulungagung

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan diskusi bersama pegiat media massa pada 16 April 2026 di ruang sidang Bawaslu Tulungagung

Tulungagung – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan diskusi bersama pegiat media massa pada 16 April 2026 di ruang sidang Bawaslu Tulungagung. Kegiatan ini menghadirkan pegiat media, Bramanta Putra Pamungkas, sebagai narasumber.

Diskusi tersebut membahas berbagai tantangan yang dihadapi Bawaslu dalam memerangi hoaks, misinformasi, disinformasi, serta penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti deepfake yang berpotensi mengganggu kualitas demokrasi, khususnya dalam menghadapi pemilu ke depan.

Dalam pemaparannya, Bramanta Putra Pamungkas menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah mempercepat arus informasi, namun di sisi lain juga membuka ruang bagi penyebaran konten manipulatif yang sulit dideteksi. Ia menegaskan bahwa fenomena deepfake dan penyalahgunaan AI dapat mengaburkan kebenaran dan berpotensi memengaruhi persepsi publik secara luas.

“Hoaks dan konten manipulatif berbasis AI menjadi tantangan serius dalam menjaga kualitas demokrasi. Perlu sinergi antara lembaga, media, dan masyarakat untuk menghadapinya,” ungkapnya.

Dari pihak Bawaslu Tulungagung, kegiatan ini diwakili oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Humas, dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), Nurul Muhtadin, bersama seluruh jajaran sekretariat. Dalam kesempatan tersebut, Nurul menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat langkah pencegahan melalui peningkatan literasi digital, edukasi publik, serta kolaborasi dengan media massa.

Nurul Muhtadin menyampaikan bahwa peran media sangat penting dalam membantu menyaring dan menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan bersama dalam menghadapi potensi penyebaran hoaks dan konten manipulatif menjelang tahapan pemilu.

Diskusi ini menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan serta merumuskan langkah antisipatif dalam menghadapi dinamika informasi di era digital. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Tulungagung berharap dapat memperkuat sinergi dengan insan media guna menciptakan ekosistem informasi yang sehat serta menjaga integritas demokrasi pada pemilu mendatang.

Penulis: Staf Humas Bawaslu Tulungagung

Editor: Nurul Muhtadin