Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Tulungagung Ajak Siswa MAN 1 Tulungagung Jadi Pemilih Pemula yang Cerdas dan Berintegritas

Bawaslu Tulungagung

Siswa siswi MAN 1 Tulungagung saat mengikuti sosialisasi Partisipasi Politik dan Pemilih Pemula yang di selenggarakan oleh Bawaslu Tulungagung di aula MAN 1 Tulungagung, rabu, 12 november 2025.

Tulungagung – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan sosialisasi kepemiluan dengan tema “Partisipasi Politik dan Pemilih Pemula” kepada siswa MAN 1 Tulungagung pada Rabu, 12 November 2025. Kegiatan ini berlangsung di aula MAN 1 Tulungagung dan diikuti oleh ratusan siswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi politik generasi muda.

Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan rasa terima kasih kepada Bawaslu Tulungagung yang telah berkenan hadir serta membagikan ilmu dan pengalaman berharga terkait kepemiluan. “Sosialisasi ini memberikan pemahaman bagi para siswa mengenai arah, aturan, serta hal-hal yang diperbolehkan maupun tidak diperbolehkan dalam pemilu. Pendidikan politik seperti ini sangat penting untuk membentuk pemilih pemula yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujar pihak sekolah.

Materi pertama disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Tulungagung, Pungki Dwi Puspito. Dalam paparannya, ia mengangkat tema “Pengawasan Partisipatif untuk Pemilih Pemula Melalui Media Sosial dalam Pelaksanaan Pemilu di Indonesia.”

Pungki menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan unsur penting dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas dan demokratis. “Pengawasan bukan hanya amanat undang-undang kepada Bawaslu, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh warga negara. Tanpa keterlibatan masyarakat, potensi manipulasi suara dan kecurangan akan semakin besar,” jelasnya.

Ia juga menyoroti besarnya pengaruh media sosial terhadap partisipasi politik pemuda. “Media sosial sangat signifikan dalam membentuk opini publik. Namun, jangan langsung mempercayai informasi yang beredar sebelum mengetahui kebenarannya,” tegasnya, mengajak siswa untuk menjadi pemilih yang kritis dan bijak.

Materi kedua dibawakan oleh Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tulungagung, Roudhotul Muttaqin. Dalam penyampaiannya, ia mengusung tema “Peran Pemuda untuk Pemilu 2029 yang Lebih Bermartabat.”

Dalam kesempatan itu, Roudhotul turut mengutip perkataan penyair politik asal Jerman, Bertolt Brecht:
“Buta yang terburuk adalah buta politik. Ia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik...” Kutipan ini menggambarkan pentingnya kesadaran politik setiap warga negara.

Roudhotul menegaskan bahwa banyak masyarakat masih bersikap apatis terhadap politik, padahal seluruh aspek kehidupan—termasuk biaya hidup, pendidikan, hingga kesehatan—merupakan hasil dari keputusan politik. “Oleh sebab itu, masyarakat, termasuk pemuda, perlu aktif mengawasi dan mengontrol kebijakan pemerintah agar berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Tulungagung berharap siswa MAN 1 Tulungagung dapat menjadi pemilih pemula yang sadar akan hak dan kewajibannya serta berperan aktif dalam menjaga integritas demokrasi, khususnya menjelang Pemilu 2029.