Perkuat Literasi Kepemiluan, Bawaslu Tulungagung Bahas Taktis Penanganan Pelanggaran Bersama Mahasiswa
|
TULUNGAGUNG – Bawaslu Kabupaten Tulungagung kembali memperkuat pendidikan dan pengawasan demokrasi melalui kegiatan Njagong Demokrasi bersama mahasiswa magang dari UIN Syekh Wasil Kediri, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Tulungagung tersebut mengangkat pembahasan mengenai taktis penanganan pelanggaran Pemilu.
Diskusi dihadiri langsung oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi (Datin) Bawaslu Kabupaten Tulungagung, M. Syafiq Ansori. Dalam forum tersebut, Syafiq memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai proses dan mekanisme penanganan dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh jajaran Bawaslu.
Syafiq menjelaskan, penanganan pelanggaran tidak hanya membutuhkan pemahaman terhadap regulasi, tetapi juga ketelitian dalam mengidentifikasi setiap informasi atau laporan yang masuk. Menurutnya, langkah awal yang penting adalah mendeteksi dan menentukan kategori suatu dugaan pelanggaran berdasarkan fakta serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Dalam proses penanganan pelanggaran, kita harus mampu melihat dan mendeteksi terlebih dahulu kategori pelanggarannya. Apakah masuk dalam pelanggaran administrasi, pelanggaran pidana Pemilu, pelanggaran kode etik, atau pelanggaran terhadap ketentuan lainnya,” jelas Syafiq dalam diskusi tersebut.
Ia menambahkan, setiap dugaan pelanggaran perlu ditangani melalui mekanisme yang telah ditentukan. Proses tersebut dilakukan secara cermat dengan memperhatikan informasi awal, kewenangan, bukti, serta fakta-fakta yang ditemukan di lapangan.
Melalui diskusi tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teoritis, tetapi juga diajak memahami dinamika penanganan pelanggaran dari sisi praktik. Hal ini menjadi penting agar mahasiswa yang mengikuti program magang dapat melihat secara langsung bagaimana tugas pengawasan Pemilu dijalankan, khususnya dalam aspek penanganan pelanggaran.
Kegiatan Njagong Demokrasi juga menjadi ruang dialog antara Bawaslu dan mahasiswa untuk membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya pengawasan dalam menjaga integritas proses demokrasi. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait berbagai persoalan yang dapat muncul dalam proses penanganan pelanggaran Pemilu.
Bawaslu Kabupaten Tulungagung berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan mahasiswa mengenai kepemiluan sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.