Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Nilai Spiritual, Bawaslu Tulungagung Gelar Jumat Sehati dengan Tausiah

Bawaslu Tulungagung

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tulungagung, Roudhotul Muttaqin saat menyampaikan tausiah pelaksanaan Jumat Sehati pada 19 juni 2026.

Tulungagung – Bawaslu Kabupaten Tulungagung kembali menggelar kegiatan Jumat Sehati (Sehat dan Hati) sebagai bagian dari pembinaan spiritual bagi jajaran sekretariat dan anggota pada Jumat, 19 Juni 2026. Kegiatan ini diisi dengan tausiah yang bertujuan memperkuat nilai-nilai keimanan, integritas, dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu.

Pada kesempatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tulungagung, Roudhotul Muttaqin dan diikuti oleh seluruh jajaran sekretariat. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa memperbanyak amal yang memberikan manfaat, tidak hanya selama hidup, tetapi juga menjadi bekal setelah meninggal dunia.

Mengutip hadis Rasulullah SAW, Roudhotul Muttaqin menjelaskan bahwa terdapat tiga amalan yang pahalanya akan terus mengalir meskipun seseorang telah wafat, yaitu ilmu yang bermanfaat, anak saleh yang senantiasa mendoakan orang tuanya, dan sedekah jariyah.

"Ketiga amalan tersebut merupakan investasi akhirat yang pahalanya tidak terputus. Oleh karena itu, setiap insan hendaknya berusaha meninggalkan manfaat bagi sesama, baik melalui ilmu yang diajarkan, pendidikan anak yang saleh, maupun amal kebajikan yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap pekerjaan yang dijalankan dengan penuh keikhlasan dan dilandasi niat ibadah akan bernilai amal di sisi Allah SWT. Karena itu, seluruh jajaran Bawaslu diharapkan mampu menjalankan tugas pengawasan pemilu dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan semangat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui kegiatan Jumat Sehati, Bawaslu Kabupaten Tulungagung berharap nilai-nilai spiritual dapat terus tertanam dalam diri seluruh jajaran, sehingga mampu membentuk karakter aparatur yang profesional, berintegritas, dan berakhlak mulia dalam mengawal demokrasi yang bermartabat.